Rela Bolos Demi Kalian

Sembilan Sepuluh Sebelas Maret. Dibuat baper selama tiga hari.

Menjadi salah satu orang yang terpilih menjadi Baswan Bazma Pertamina memang tidak semudah itu. Sulit. Sesulit bangun di pagi hari pada saat itu. Pagi yang berbeda dari pagi pagi sebelumnya.
Iya, pagi itu saya bangun sekitar setengah 4 pagi. Lalu bersiap untuk berangkat pada pukul 5.

Merasakan hiruk pikuk suasana Trans Jakarta di pagi hari. Saya berdiri di dalamnya menuju Halte Juanda.

Sampainya di lokasi, ternyata saya orang pertama yang sampai dari univ saya. Ya sudah ini tandanya saya harus berkelana mencari teman baru.
Ingat betul waktu itu banyak yang panggil saya "kakak", padahal saya angkatan 2016. Yang posisinya disini paling anak bawang.

Singkat cerita, kami sampai lah pada tempat tujuan. Patra Comfort Anyer. Yass kita akan menghabisi 3 hari di tempat ini. Liburan gitu lohh:p

Sampai sana syukur lah banyak teman yang bisa saya ajak berkenalan. Dan yang paling berkesan, teman sekamar saya. Kak Cici,  Kak Rafika,  Kak Nia, dan Anas. Hahaha mereka punya kesamaan sama dengan saya,  bawel. Bahkan Kak Nia yang terlihat diam, lama kelamaan dia mengeluarkan kebawelannya.

Rutinitas tiap pagi tak lain tak bukan, suara Kak Cici yang sangat amat berisik. Siap menghancurkan mimpi indah penghuni kamar 7. Hahaha, tak apalah dia membangunkan agar kita melaksanakan sholat subuh di Masjid. Subhanallah....

Rangkaian acara begitu padat, tetapi atmosfer kekeluargaan tetap saya dapatkan.

Salah satu rangkaiannya adalah seminar dari beberapa orang penting di Pertamina. Keren. Mereka banyak menginspirasi saya.

Ketika kami (squad UI) berkumpul, hahahihi membicarakan hal yang tak menentu. Tiba-tiba datang lah pak Ilo. Wow. Terkejut saya, ia sangat ramah terhadap kami. Kami lumayan banyak bicara tentang prospek pekerjaan dari masing-masing jurusan kami.

Selain itu, ada pula sesi brainstorming. Disini saya terkagum kagum dengan teman-teman Bazma. Ternyata banyak sekali yang mencintai dunia sosial. Dan saya semakin sadar, sekecil apapun yang kita lakukan untuk kebermanfaatan. Itu adalah hal yang baik.

Tiga hari kemarin, rasanya banyak sekali manfaat yang saya dapat. Salah satunya relasi. Betapa banyak teman baru yang saya dapatkan dari sini.
Satu di antaranya adalah Kak Iko. Yang saya kenal karena tragedi beli siomay saat perjalanan pulang. Dia aktif dalam dunia sosial. Saya dapat banyak ilmu dari bincang-bincang ringan denganya.
Saya jadi paham pekerjaan para menteri ituu apa... Hehehe

Masih banyak orang-orang yang saya temui di gathering. Dan membuat saya semakin bersyukur dapat terpilih untuk bergabung di lingkaran ini. Alhamdulillah...

Saya selalu percaya, orang yang kita temui pasti memberikan suatu pembelajaran terhadap diri kita. Apapun itu. Maka dari itu, bersyukur saya bisa di temui oleh orang-orang yang berada di lingkaran ini.

Semoga apapun yang kita lakukan selalu bermanfaat untuk diri sendiri, maupun orang lain:)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kesehatan Untuk Saudaraku di Papua

Menjadi Pengajar Insan Cerdas di Tengah Kesibukan Kuliah