Kesehatan Untuk Saudaraku di Papua
Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki
jumlah penduduk terbesar ke-empat di dunia. Melihat jumlah penduduknya yang
sangat besar, jumah pelayanan kesehatan yang dimiliki negara ini belum bisa
memenuhi kebutuhan penduduk itu sendiri. Hal ini disebabkan oleh penyebaran
penduduk Indonesia yang tidak merata. Sebagian besar dari jumlah penduduk Indonesia
bertempat tinggal di Pulau Jawa. Lalu sisanya menyebar di pulau lainnya.
Indonesia memiliki sebuah pulau besar yang indah,
yaitu Papua. Pulau ini terkenal akan keindahan alamnya. Namun, di balik
keindahan pulau ini, bukit, lembah, serta lautan justru menjadi penghalang bagi
daerah ini. Hal ini yang membuat akses para penduduk untuk mendapatkan layanan
kesehatan menjadi sulit. Karena kondisi ini, hanya ada sedikit fasilitas
kesehatan di daerah ini.
Fenomena sebaliknya ada di Pulau Jawa, di pulau ini
sebagaian besar penduduk Indonesia tinggal. Akses pelayanan kesehatan pun lebih
mudah di tempat ini. Tentu, hal ini di karena kan ibu kota negara Indonesia berada
di pulau ini. Pemerintah tentu lebih mudah untuk memberikan akses pelayanan
kesehatan di daerah ini.
Namun, jika melihat ketimpangan dari dua daerah yang
sangat bertolak belakang ini. Apakah hak untuk sehat hanya dimiliki segelintir
orang. Bukan kah menjadi sehat adalah hak untuk setiap orang.
Pemerintahan Jokowi, memiliki sembilan buah program prioritas
yang sering kita sebut dengan “Nawa Cita”. Didalamnya ada yaitu, “Meningkatkan
kualitas hidup manusia Indonesia” salah satu kunci untuk mewujudkan itu adalah jaminan
kesehatan untuk rakyat Indonesia.
Jaminan kesehatan yang telah di canangkan adalah BPJS (Badan
Penyelenggara Jaminan Sosial). Adanya BPJS dapat membantu masyarakat dalam
mengakses layanan kesehatan itu sendiri. Masyarakat mendapatkan keringanan biaya
dari adanya BPJS ini,
Namun program ini masih bermasalah di sebagian daerah,
salah satunya di Papua. Masyarakat Papua belum bisa mengakses fasilitas
kesehatan semudah itu. Salah satu faktornya adalah minimnya fasilitas kesehatan
di daerah ini. Hal ini tentu berbanding lurus dengan ketersediaan sumber daya
tenaga medis yang bekerja disana. Tak heran, belum lama ini terjadi kasus gizi
buruk daerah sana. Masyarakat di daerah Papua sangat sulit untuk mengakses
layanan kesehatan. Butuh menempuh jarak yang jauh untuk dapat mengakses hal
tersebut. Tentu fenomena ini harus kita sikapi bersama.
Pembangunan fasilitas kesehatan di daerah Papua tentu
sangat di perlukan. Persiapan para tenaga kesehatan juga harus di perhatikan. Para
tenaga kesehatan harus di persiapkan untuk dapat mengabdi dengan sungguh-sungguh
di daerah ini. Sistem jaminan kesehatan, yaitu BPJS juga harus bisa digunakan
oleh masyarakat ini.
Lalu, selagi pemerintah membenahi masalah ini, ada
pula program yang bisa dilakukan, yaitu pencerdasan mengenai menjaga kesehatan kepada
masyarakat. Para ahli kesehatan masyarakat dapat di terjunkan ke daerah ini
untuk melakukan intervensi. Hal ini dapat menjadi program paralel dalam
mewujudkan masyarakat Papua yang lebih sehat.
Mengingat banyaknya program yang akan di lakukan.
Perlu adanya kerjasama antar lintas sektor. Tak hanya pemerintah, kita sebagai
calon ahli kesehatan masyarakat pun harus ambil andil dalam permasalahan ini. Segala
usaha yang dilakukan ini, demi terwujudnya Indonesia yang lebih sehat.
Referensi
·
Kesehatan, K. (2015). Rencana Strategis Kementerian Kesehatan.
·
Mujiati, M., & Yuniar, Y. (2017). Ketersediaan Sumber
Daya Manusia Kesehatan pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama dalam Era
Jaminan Kesehatan Nasional di Delapan Kabupaten-Kota di Indonesia. Media Penelitian dan
Pengembangan Kesehatan, 26(4), 201-210.
·
Savitri, R. (2007). Kebijakan Pembangunan Program Kesehatan
Propinsi Sumatera Barat. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 2(1), 105-110.
Komentar
Posting Komentar