Menjadi Pengajar Insan Cerdas di Tengah Kesibukan Kuliah
Sekitar
satu tahun yang lalu saya bertemu dengan kawan SMA saya. Kebetulan saat ini
kami berdua sama-sama berkuliah di Universitas Indonesia. Kami sharing mengenai
kesibukan masing-masing. Dia menceritakan saat ini ia memiliki kesibukan bekerja.
Saya bertanya, “loh kok bisa kerja sambil kuliah?”. Dia bilang, dia bekerja
menjadi pengajar di Insan Cerdas. Saya bertanya, apa itu Insan Cerdas. Dia
menjelaskan, Insan Cerdas merupakan lembaga les private yang banyak pengajarnya
merupakan mahasiswa UI. Wah saya baru tahu ternyata banyak teman-teman saya
yang bekerja sambil kuliah seperti kawan saya ini. Kalau dilihat-lihat sangat
lumayan untuk menambah pengalaman dan tambah-tambah uang jajan.
Saya
bertanya lebih lanjut kepada kawan saya mengenai Insan Cerdas. Bagaimana jam
kerjanya? Dia menjelaskan tentang waktu mengajar sangat bisa disesuaikan dengan
kesibukan kita dikampus. Sebagai anak UI tugas kuliahnya yang segunung, biasanya
kita juga ada kesibukan seperti organisasi. Nah Insan Cerdas ini sistemnya kita
akan diberikan beberapa lowongan mengajar beserta waktu dan alamat murid yang
membutuhkan pengajar. Dari situ pengajar bisa memilih ingin mengajar murid pada
hari apa, jam berapa, mata pelajaran apa, dan lokasinya dimana. Jadi
betul-betul kita bisa menyesuaikan kesibukan kita di kampus dengan lowongan
mengajar yang ada.
Kawan
saya menyebutkan salah satu nama kakak tingkat yang saat itu sedang sibuk
dengan tugas akhirnya. Dia bilang, “tuh kakak itu aja dia bisa ngajar sambil
ngerjain skripsi. Masa kita nggak bisa?!”. Setelah mendengarkan penjelasaanya
saya makin tertarik. Tapi saya takut karena kita mahasiswa UI kan nggak punya basic
mengajar. Kawan saya justru tertawa, lalu bilang “loh kamu kan masuk UI
diseleksi? Ikut ujian SBMPTN? Ikut SIMAK UI juga? Ya kamu harusnya bisa dong
ngajarin siswa yang belum kuliah kaya kita. Kamu kan sudah menjadi orang
terpilih untuk masuk UI. Tandanya kamu paham sama mata pelajaran pas sekolah
dulu”. Wah iya juga si. Dia menambahkan, “Terus kamu kan jurusan Kesehatan
Masyarakat mutlak harus paham Biologi kan?”. Wah betul juga, apa yang kita
pelajari dibangku sekolah memang baru dasar-dasarnya. Ketika masuk UI, apa lagi
masuk jurusan kesehatan ya pasti harus mateng banget sama dasar-dasar Biologi. Saya
bertanya bagaimana cara mendaftar sebagai pengajar di Insan Cerdas. Kawan saya
mengarahkan saya untuk membuka sendiri website dari Insan Cerdas. Katanya, biar
ada usahanya kalau mau mulai kerja.
Malamnya
saya mencoba melihat-lihat website dari Insan Cerdas. Ternyata memang banyak
mahasiswa UI yang nyambi kerja sambil kuliah. Saya langsung persiapkan
beberapa berkas yang dibutuhkan. Sekitar beberapa hari berikutnya saya diterima
menjadi pengajar di Insan Cerdas. Setiap hari kami diberikan informasi lowongan
mengajar yang selalu ter-update. Setelah melihat beberapa lowongan
mengajar, akhirnya saya menemukan yang sekiranya saya bisa di mata pelajaran
tersebut, memiliki waktu kosong di hari tersebut, serta lokasi mengajar tidak
begitu jauh dari rumah saya. Saya mengajukan diri untuk mengambil lowongan
mengajar tersebut kepada tim koordinator Insan Cerdas. Fungsi tim koordinator
ini salah satunya sebagai penghubung antara orang tua atau wali murid yang
anaknya ingin mengikuti les private dengan pengajar yang berminat untuk
mengajar murid tersebut.
Setelah
tim koordinator Insan Cerdas mengomunikasikan kepada orang tua murid,
sepakatlah saya menjadi pengajar untuk anaknya. Waktu itu saya mengajukan diri
sebagai pengajar IPA kelas 8 SMP. Lalu bersyukurnya saya sudah menjadi pengajar
tetap untuk murid tersebut sampai saat ini. Biasanya sebelum mengajar saya
mempelajari dulu materi yang hendak saya sampaikan ke murid. Oiya Insan Cerdas
juga menyediakan modul untuk para pengajar sebagai acuan bahan ajar. Jadi untuk
saya yang buku SMPnya sudah ntah ada dimana, itu sangat membantu. Ditambah
mencari reverensi dari internet juga sudah cukup.
Jadi
selama saya menjadi pengajar di Insan Cerdas saya sangat puas. Dari sistem
Insan Cerdas yang sangat memudahkan pengajar untuk memilih waktu, lokasi, dan
mata pelajaran yang sangat bisa disesuaikan dengan kesibukan si pengajar yang
berstatus mahasiswa. Koordinasi antar tim juga cukup baik, kita selalu
diingatkan jadwal mengajar satu hari sebelum mengajar. Selain itu, sistem fee
juga selalu tepat waktu untuk para pengajar. Lalu yang paling penting, saya
tetap bisa mengerjakan tugas-tugas kuliah sambil menjadi pengajar di InsanCerdas 😊
Komentar
Posting Komentar