Kelinci atau Domba yang Sebentar ku Temui

Suatu hari, ketika ku berjalan di tengah hutan. Tak sengaja sepintas ada seekor kelinci melintas di belakangku. Ia berlari seolah memancingku untuk mengejar. Aku pun secara tidak sadar mengikuti perginya kelinci tersebut.

Sampai ada satu titik ku berhenti mengikutinya. Kelinci tersebut pun memperlambat lompatannya, lalu berhenti sambil menoleh ke belakang. Ia seperti memastikan, apakah aku masih mengejarnya atau tidak. Aku pun diam sambil menatap kelinci tersebut. Kelinci tersebut masih diam dan berhenti melompat.

Di saat itu, ku mulai memperhatikan tubuh kelinci tersebut. Bulunya abu bersih, dan telinganya sangat menggemaskan. Tapi yang aneh. Ketika kita sama sama sedang diam, justru dari kami berdua tidak ada yang berlari. Ntah si kelinci yang lompat melarikan diri, maupun aku yang berusaha menangkapnya.

Cukup lama kami berhenti, seakan saling menunggu. Sampai pada akhirnya, akupun mengurungkan niat ku untuk menangkap kelinci tersebut. Aku berbalik arah. Tak lagi mempedulikan kelinci tersebut. Tapi yang aneh, kelinci tersebut justru perlahan lompat menuju arahku.

Akupun menoleh, kelinci tersebut berhenti dari lompatannya. Sengaja ku diam beberapa saat untuk melihat kelinci tersebut kembali. Kelinci tersebut ikut diam melihat ku.

Hmm.. Aku memberikan senyuman ku kepada kelinci tersebut, sambil berucap dalam batinku "Sepertinya aku memang tak bisa menangkapmu, kau lebih baik disini."

Aku pun melanjutkan kepergiannku. Kelinci tersebut masih mengikutiku.

Sampai di akhir, ku sebentar menoleh. Ternyata kelinci tersebut pergi ke arah lain. Sebelum pergi ke arah lain, ia sempat melihatku sebentar. Sampai pada akhirnya kami berpisah di titik itu.

Syukurlah...

Semoga ini memang yang terbaik:)

- Sebetulnya ia adalah domba, tapi tak apa ku senang memandannya sebagai kelinci.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rela Bolos Demi Kalian

Kesehatan Untuk Saudaraku di Papua

Menjadi Pengajar Insan Cerdas di Tengah Kesibukan Kuliah