Anggota Baru, Jadi Makin Sayang

12 Agustus lalu,
Ada satu makhluk yang menambah keanggotaan keluarga kami, yaitu Zidan. Dia itu anak dari Kakak Saya. Yang lucunya dia lahir ketika saya sedang tidak di rumah. Waktu itu saya ada kegiatan sosial dari kampus, yaitu FKM UI Peduli di Cianjur. Disana susah bangett sinyal. Sekalinya saya dapat sinyal, saya dapat pesan berisi "Nes, Mba Dian udah lahrian. Anaknya cowo" kata ibu saya. Hmm ingin pulang rasanya di saat itu. Tapi apa daya, kewajiban masih harus diselesaikan disini.

Beberapa hari setelah itu, saya pulang. Dan ada seorang bayi kecil dirumah saya.

Semenjak hari itu, rumah saya semakin ramai. Dari adik saya yang masih kecil ditambah ada bayi ini. Hahaha. Tapi tak apa, itu memang merindukan ketika saya sedang jauh dirumah. Walaupun terkadang saya suka merasa terganggu, kalau tugas sedang banyak-banyaknya.

Disini saya melihat bayi ini adalah bayi yang sangat kami tunggu-tunggu. Ayah saya yang sangat menginginkan anak laki-laki, akhirnya sekarang diberikan seorang cucu laki-laki. Senangnya bukan main. Ibu saya pun seperti itu.
Tapi sepertinya kehadiran anak laki-laki di lingkaran keluarga saya memang dinanti-nantikan. Maklum saudara kandung saya memang perempuan semua. Jadi bisa kebayang dong kalo mau pergi seribet apa. Hahahaha.

Semenjak ada Zidan, suasana rumah jadi berbeda. Saya merasa keluarga saya menjadi lebih hangat dari sebelumnya. Bahkan saya bisa melihat sendiri sesayang apa Bapak dan Ibu sama Zidan. Bukan cemburu, tapi jujur saya jadi berpikir kalau sama cucunya aja mereka sesayang itu, apa lagi sama kita yang memang anak kandung mereka. Hmm:)

Dan saya juga belajar, definisi sayang memang bukan sekedar ucapan tetapi perilaku, disini lah. Mungkin mereka memang tak pernah berkali kali mengucap itu. Tapi rasanya, dari perilaku yang mereka tunjukan sudah cukup menggambarkan betapa sayangnya mereka.
Bersyukurnya saya terlahir dari keluarga ini:)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rela Bolos Demi Kalian

Kesehatan Untuk Saudaraku di Papua

Menjadi Pengajar Insan Cerdas di Tengah Kesibukan Kuliah